Cara menggunakan conductivity meter: kalibrasi, koreksi suhu, dan membaca hasilnya
Konduktivitas menunjukkan banyaknya ion terlarut dalam air. Cara kalibrasi dengan larutan standar, mengapa suhu menentukan hasil, dan bagaimana kaitannya dengan TDS.
Diterbitkan
Waktu baca
2 menit
Conductivity meter mengukur kemampuan larutan menghantarkan listrik, yang bergantung pada jumlah ion terlarut. Semakin banyak garam dan mineral terlarut, semakin tinggi nilainya. Pengukuran ini dipakai untuk memantau kemurnian air laboratorium, memeriksa air proses di industri, dan menilai air lingkungan.
Memahami satuan
Satuan yang lazim adalah mikrosiemens per sentimeter (µS/cm) untuk air berkonduktivitas rendah dan milisiemens per sentimeter (mS/cm) untuk larutan pekat. Satu mS/cm sama dengan 1.000 µS/cm. Aquades yang baik biasanya menunjukkan hanya beberapa µS/cm, sedangkan air keran umumnya ratusan µS/cm, dan air laut puluhan mS/cm.
Langkah pemakaian
1
Pilih sensor yang sesuai
Sel konduktivitas memiliki konstanta sel yang berbeda. Sel dengan konstanta rendah untuk air murni, konstanta tinggi untuk larutan pekat. Pastikan sensor cocok dengan rentang yang akan diukur.
2
Kalibrasi dengan larutan standar
Gunakan larutan standar konduktivitas dengan nilai yang dekat dengan rentang sampel, misalnya larutan KCl 1413 µS/cm pada 25 °C untuk rentang menengah, atau 12,88 mS/cm untuk rentang tinggi. Ikuti prosedur alat.
3
Bilas sensor
Bilas dengan aquades, lalu dengan sedikit sampel, agar sisa larutan sebelumnya tidak terbawa.
4
Celupkan sensor
Pastikan lubang atau elektroda sensor terendam penuh dan tidak ada gelembung udara yang terperangkap.
5
Tunggu stabil dan catat
Catat nilai konduktivitas bersama suhu sampel.
6
Bilas dan simpan
Bilas dengan aquades setelah dipakai, lalu simpan sesuai anjuran pabrik, umumnya dalam keadaan kering atau dalam larutan tertentu bagi jenis sensor tertentu.
Mengapa suhu penting
Konduktivitas naik sekitar dua persen untuk setiap kenaikan satu derajat Celsius. Karena itu hasil biasanya dikoreksi ke suhu acuan, umumnya 25 °C. Pastikan alat Anda memiliki kompensasi suhu otomatis dan periksa bahwa suhu acuan yang dipakai sesuai dengan metode. Membandingkan dua pengukuran yang suhunya berbeda tanpa koreksi akan memberi kesimpulan yang keliru.
Hubungan dengan TDS
Banyak alat menampilkan TDS (total dissolved solids, jumlah zat padat terlarut) yang sebenarnya dihitung dari konduktivitas dengan faktor konversi tetap, umumnya antara 0,5 sampai 0,7. Angka TDS ini adalah perkiraan, bukan hasil pengukuran langsung. Untuk pelaporan resmi, pastikan faktor konversi dan metodenya sesuai dengan persyaratan.
Contoh pemakaian conductivity meter
Bidang
Kegunaan
Laboratorium umum dan pendidikan
Memantau kualitas aquades atau air deionisasi.
Laboratorium lingkungan
Air sungai, air tanah, dan air limbah.
Industri minuman dan farmasi
Memantau air proses dan air pembilas.
Budidaya perairan
Memantau salinitas dan kualitas air kolam atau tambak.
Catatan. Panduan ini bersifat umum. Prosedur, batas pemakaian, dan interval perawatan dapat berbeda antar merek dan model, jadi utamakan manual pabrikan dan SOP laboratorium Anda. Bila ragu, tanyakan kepada kami atau teknisi resmi alat tersebut.
TopikConductivity meterAnalisis airCara penggunaan
Bagikan
Ada yang ingin didiskusikan?
Sampaikan kebutuhan laboratorium Anda, tim kami akan membantu menyiapkan pilihannya.
Oksigen terlarut dipengaruhi suhu, salinitas, dan ketinggian tempat. Cara memakai DO meter dengan benar, termasuk kalibrasi dan perbedaan sensor membran dengan sensor optik.
Sebagian besar kesalahan volume berasal dari cara memegang dan menekan, bukan dari alatnya. Langkah pemakaian micropipette yang benar, termasuk teknik forward dan reverse pipetting.
Hasil pH hanya sebaik kalibrasinya. Langkah kalibrasi dua atau tiga titik, cara mengukur sampel dengan benar, dan mengapa elektroda tidak boleh disimpan dalam aquades.