Alat gelas ukur: labu ukur, pipet gondok, buret, dan gelas ukur, kapan memakai yang mana
Tidak semua alat gelas berskala dibuat untuk mengukur volume dengan teliti. Pelajari perbedaan kelas A dan B, tanda TC dan TD, serta pemakaian yang tepat untuk tiap alat.
Diterbitkan
Waktu baca
3 menit
Di rak alat gelas, banyak wadah punya garis skala, tetapi hanya sebagian yang dirancang untuk mengukur volume dengan teliti. Gelas kimia dan erlenmeyer, misalnya, hanya memberi perkiraan kasar. Memakainya untuk membuat larutan standar adalah kesalahan yang sangat umum di laboratorium pendidikan maupun laboratorium rutin, dan hasilnya baru terasa ketika kurva kalibrasi tidak mau lurus.
Empat alat, empat tingkat ketelitian
Ketelitian alat gelas ukur (toleransi kelas A menurut standar ISO, contoh ukuran)
Alat
Toleransi dan fungsi
Labu ukur 100 mL
±0,10 mL. Untuk membuat larutan dengan volume akhir tepat, misalnya larutan standar dan pengenceran.
Pipet gondok 10 mL
±0,02 mL. Untuk memindahkan satu volume tertentu dengan teliti.
Buret 50 mL
±0,05 mL. Untuk titrasi, karena volume titran yang keluar dibaca dan dicatat.
Gelas ukur 100 mL
±0,5 mL. Untuk mengukur volume yang tidak menuntut ketelitian tinggi, seperti pelarut cuci.
Gelas kimia dan erlenmeyer
Hanya perkiraan kasar. Tidak untuk pengukuran volume yang menentukan hasil.
Angka di atas menunjukkan mengapa satu alat tidak bisa menggantikan yang lain. Bila larutan standar dibuat dalam gelas ukur 100 mL, ketidakpastian volumenya sudah lima kali lebih besar daripada memakai labu ukur dengan ukuran yang sama.
Kelas A, kelas B, serta tanda TC dan TD
Alat gelas volumetrik dijual dalam dua kelas. Kelas A memiliki toleransi lebih ketat dan biasanya disertai nomor batch atau sertifikat; kelas B toleransinya kira-kira dua kali lebih longgar dan lebih murah. Untuk analisis kuantitatif dan larutan standar, pilih kelas A. Untuk praktikum yang hasilnya tidak dilaporkan sebagai data, kelas B sering sudah memadai.
Tanda “In” atau TC (to contain) berarti alat berisi tepat pada volume tertulis. Contohnya labu ukur.
Tanda “Ex” atau TD (to deliver) berarti alat mengeluarkan tepat volume tertulis. Contohnya pipet gondok dan buret.
Suhu acuan kalibrasi umumnya 20 °C. Cairan dan alat sebaiknya berada pada suhu ruang saat dipakai; volume berubah bila cairan masih hangat.
Membaca meniskus dengan benar
Permukaan cairan dalam tabung kaca melengkung. Letakkan mata sejajar dengan permukaan cairan, bukan dari atas atau bawah, lalu baca bagian terendah lengkungan untuk cairan bening. Untuk cairan yang sangat gelap dan tidak tembus cahaya, seperti larutan kalium permanganat pekat, bagian atas lengkungan yang dibaca. Melihat dari atas membuat angka tampak lebih besar, dari bawah tampak lebih kecil.
Kesalahan yang sering terjadi
Mengeringkan alat volumetrik di dalam oven. Pemanasan dapat mengubah volume kaca secara permanen. Bilas dengan aquades dan keringkan di udara, atau bilas dengan sedikit larutan yang akan diukur.
Meniup habis sisa cairan di ujung pipet gondok. Pipet ini dikalibrasi dengan sisa kecil yang tertinggal di ujungnya; biarkan tetesan terakhir tidak dikeluarkan kecuali pipet bertanda blow-out.
Menyimpan larutan dalam labu ukur. Labu ukur dipakai untuk membuat larutan, bukan menyimpannya. Pindahkan ke botol bertutup, karena larutan basa dapat mengikis kaca dan tutup yang longgar membuat larutan menguap.
Memakai pipet gondok tanpa alat penghisap yang aman. Gunakan pipet filler atau bulb, jangan menghisap dengan mulut.
Lupa membilas pipet dan buret dengan sedikit larutan yang akan dipakai. Sisa air pada dinding kaca akan mengencerkan larutan.
Mana yang dipakai untuk apa
Untuk membuat larutan standar, pakai labu ukur dan pipet gondok kelas A. Untuk titrasi, buret. Untuk mengambil cairan dengan volume kurang dari 1 mL atau bila volumenya sering berganti, micropipette lebih praktis dan lebih teliti daripada pipet ukur kaca. Untuk pelarut cuci, medium kasar, dan pekerjaan yang tidak menuntut ketelitian, gelas ukur atau bahkan gelas kimia sudah cukup.
Catatan. Panduan ini bersifat umum. Prosedur, batas pemakaian, dan interval perawatan dapat berbeda antar merek dan model, jadi utamakan manual pabrikan dan SOP laboratorium Anda. Bila ragu, tanyakan kepada kami atau teknisi resmi alat tersebut.
TopikAlat gelasLabu ukurVolumetrikKimia dasar
Bagikan
Ada yang ingin didiskusikan?
Sampaikan kebutuhan laboratorium Anda, tim kami akan membantu menyiapkan pilihannya.
Air adalah reagen yang paling sering dipakai sekaligus paling sering diabaikan. Kenali jenis air laboratorium, kelas kemurniannya, dan cara memilihnya sesuai pekerjaan.
Harga dan spesifikasi hanyalah sebagian dari keputusan. Daftar pertimbangan praktis sebelum membeli alat, dari kebutuhan, tempat pemasangan, dan bahan habis pakai sampai kalibrasi dan layanan purna jual.