Cara memilih micropipette: rentang volume, jumlah pipet, dan hal lain yang sering terlewat
Satu micropipette tidak bisa melayani semua volume dengan teliti. Berikut cara menentukan rentang volume, jumlah pipet, tip, dan fitur yang benar-benar Anda perlukan.
Diterbitkan
Waktu baca
2 menit
Micropipette tampak sederhana, sehingga keputusan membelinya sering diambil hanya dari harga dan merek. Padahal pemilihan yang keliru terasa setiap hari: hasil replikat tidak konsisten, pergelangan tangan pegal, atau ternyata tip yang cocok sulit didapat. Ada beberapa pertimbangan yang layak dipikirkan sebelum memesan.
Mulai dari rentang volume, bukan dari merek
Micropipette paling teliti ketika dipakai di bagian atas rentangnya. Pipet 100 sampai 1.000 µL memberi hasil yang baik untuk 1.000 µL, tetapi hasilnya jauh kurang teliti untuk 100 µL, dan tidak boleh dipakai di bawah batas bawahnya. Aturan praktisnya, pilih pipet yang volume kerjanya jatuh di kisaran sepertiga sampai penuh dari volume maksimumnya.
Rentang volume micropipette yang umum dan pemakaiannya
Rentang
Pemakaian tipikal
0,1 - 2,5 µL atau 0,5 - 10 µL
Reaksi PCR, pemuatan gel elektroforesis, volume reagen sangat kecil.
2 - 20 µL
Master mix, penambahan enzim atau sampel pada reaksi kecil.
10 - 100 µL
Kerja ELISA, pengenceran bertingkat, uji serologi.
20 - 200 µL
Sampel serum dan plasma, penambahan reagen pada kuvet mikro.
100 - 1.000 µL
Pengenceran umum, pemindahan reagen dan larutan buffer.
1 - 5 mL atau 1 - 10 mL
Volume besar yang terlalu kecil untuk pipet ukur kaca.
Berapa pipet yang perlu dimiliki
Kebanyakan laboratorium memulai dengan tiga pipet: satu untuk volume kecil (misalnya 2 - 20 µL), satu menengah (20 - 200 µL), dan satu besar (100 - 1.000 µL). Susunan ini menutup sebagian besar pekerjaan mulai dari kurang dari 5 µL sampai 1 mL. Laboratorium biologi molekuler biasanya menambah pipet 0,5 - 10 µL, sedangkan laboratorium klinik dengan sampel serum menekankan 20 - 200 µL dan 100 - 1.000 µL.
Yang sering terlewat saat membeli
Tip. Tip adalah bahan habis pakai yang dibeli terus-menerus. Periksa apakah tip universal dapat dipakai atau harus dari merek yang sama, dan apakah tip tersedia dalam kemasan rak steril maupun refill sesuai kebutuhan.
Tip berfilter. Untuk PCR, kerja RNA, dan sampel infeksius, tip berfilter mencegah aerosol masuk ke badan pipet dan mencemari sampel berikutnya.
Ergonomi. Pemakaian berjam-jam setiap hari membuat gaya tekan tombol dan bobot pipet sangat berarti. Cobalah memegangnya bila memungkinkan.
Kemampuan autoklaf atau sterilisasi UV. Beberapa model atau bagian bawahnya tahan disterilkan, yang penting untuk laboratorium mikrobiologi.
Kalibrasi dan servis. Tanyakan siapa yang mengkalibrasi, seberapa cepat suku cadang seperti o-ring dan seal tersedia, dan apakah ada sertifikat kalibrasi saat pengiriman.
Pengujian menurut ISO 8655. Standar ini menjadi acuan untuk batas kesalahan sistematik dan acak alat pipet piston; produsen yang baik mencantumkan bahwa alatnya diuji mengacu ke standar tersebut.
Pertimbangan terakhir adalah jumlah orang yang memakainya. Pipet yang dipakai bergantian oleh banyak mahasiswa atau analis akan aus lebih cepat dan perlu diperiksa lebih sering daripada pipet pribadi. Untuk laboratorium praktikum, alokasikan anggaran kalibrasi berkala sejak awal, bukan setelah hasil praktikum mulai dipertanyakan.
Catatan. Panduan ini bersifat umum. Prosedur, batas pemakaian, dan interval perawatan dapat berbeda antar merek dan model, jadi utamakan manual pabrikan dan SOP laboratorium Anda. Bila ragu, tanyakan kepada kami atau teknisi resmi alat tersebut.
TopikMicropipettePemilihan alatPipet
Bagikan
Ada yang ingin didiskusikan?
Sampaikan kebutuhan laboratorium Anda, tim kami akan membantu menyiapkan pilihannya.
Multi channel memangkas waktu kerja pada plate 96 sumur, tetapi bukan pengganti single channel. Ketahui perbedaan, keterbatasan, dan kapan masing-masing paling tepat.
Sebagian besar kesalahan volume berasal dari cara memegang dan menekan, bukan dari alatnya. Langkah pemakaian micropipette yang benar, termasuk teknik forward dan reverse pipetting.
Volume kurang, tetesan di ujung tip, atau hasil replikat yang berbeda-beda biasanya berasal dari tip, teknik, atau jenis cairan. Cara menguji sederhana dan kapan pipet perlu diservis.